Senin, 22 Agustus 2016

Ikhlas


Ikhlas..................
Sering kali kata itu aku dengar,
Namun bagiku saat ini sulit sekali rasanya bagiku.
Aku telah mengupayakan semampuku untuk mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku.
Namun, aku belum berhasil.

Allah, Aku tau Engkau dekat dan selalu bersamaku.
Izinkan aku mengadu dan berserah kepadaMu.
Karena aku yakin, Engkau yang mengizinkan ini semua terjadi kepadaku.

Sekarang setelah semua usahaku, aku akan membiarkan Engkau mengurusnya untukku.
Karena Engkaulah Tuhan semesta alam.
Jika Engkau mengizinkan apa yang menjadi hakku kembali kepadaku.
Aku yakin itulah keputusan terbaikMu. Ada berkah yang baik untukku didalamnya.
Namun jika tidak, aku yakin Engkau akan menggantinya dengan rezeki dalam bentuk lain yang lebih baik bagiku.

Karena aku tau, rezeki bagi keluargaku tidak selalu dalam bentuk materi.
Kesehatan, kemudahan urusan, ketenangan batin, dan ringan langkah kakiku untuk menjalankan ibadah kepadaMu itu semua rezeki yang tak terkira dariMu.

Aku akan pahami jika Engkau menghadirkan masalah ini kepadaku semata karena rinduMu kepadaku.
Engkau rindu aku berlama-lama berdoa dengan kusyuk kepadaMu. Yang sering kali aku lalaikan disaat hatiku bergembira dan sibuk dengan urusan dunia.

Dan keyakinanku, Engkau sedang menguatkan aku dengan menghadirkan masalah ini kepadaku. Karena nantinya Engkau akan memberikan amanah yang lebih besar kepadaku.
Mampukan aku dan kuatkan aku.

Wallahu A'lam Bishawab

Just for you my dearest bro !

Rabu, 17 Agustus 2016

Cerita Inspiratif 1 : Kaisar Pandir

Kaisar Pandir

Ada seorang kaisar yang hanya peduli pada pakaian alias penampilan luaran. Suatu hari, dua orang penipu ulung meyakinkan kaisar kalau mereka bisa merancang adibusana dari kain paling anggun. Hanya kaum miskin dan bodoh yang tidak bisa melihat kain istimewa itu. Kaisar mengutus dua orang kepercayaannya untuk menyelidiki kehebatan kain itu. Kain itu sebenarnya tidak ada. Kendati demikian, kedua penasihat tidak mau berterus terang kepada kaisar. Mereka justru memuji setinggi langit kain itu. 

Rumor kain ajaib segera menyeruak ke segala penjuru kekaisaran. Kaisar memperbolehkan para penipu mendandani kaisar dengan setelan baru untuk prosesi mengelilingi kota. Kaisar sesungguhnya menyadari kalau dirinya hendak ditelanjangi. Namun, dia tidak mau mengakui. Dia tidak mau dianggap miskin dan bodoh oleh rakyat.

Segenap warga kota menyanjung kemegahan adibusana kaisar. Warga rupanya takut berterus terang kalau kaisar berparade telanjang menunggang kereta. Kehebohan pecah, ketika seorang bocah polos berteriak "Kaisar Telanjang !".

Orangtua si bocah terkesiap. Mulut anaknya dibungkam rapat-rapat. Si bocah terus meronta, tidak mau tinggal diam.

Teman-teman si bocah polos itu ikut-ikutan berseru. Kerumunan orang dewasa pun mulai gaduh dan berisik. " Anak-anak benar ! lelaki tua itu tidak mengenakan selembar penang pun. Dia pandir. Kaisar berharap kita rakyatnya sama dungunya dengan dia". Kaisar tidak memperdulikan teriakan dan suitan kerumunan massa yang mencibirnya. Dia terus mengangkat kepala tinggi-tinggi dan menyelesaikan prosesi.

Cerita diatas, saya kutip dari buku "Mendidik Pemenang Bukan Pecundang" yang ditulis oleh Dhitta Puti Sarasvati dan J. Sumardianta. Dalam buku tersebut, mereka mengkritisi tentang sistem pendidikan, khususnya pada sistem penilaian, yang berlangsung di sekolah-sekolah di tanah air. Penilaian semata-mata didasarkan pada aspek pengetahuan. Dimana siswa akan dengan mudah mendapatkan nilai tinggi hanya dengan modal mengetahui materi yang sebelumnya telah disampaikan oleh guru. Jika jawaban yang diberikan oleh siswa saat ulangan sama dengan yang disampaikan oleh guru, otomatis siswa akan mendapatkan nilai tinggi. Begitu juga sebaliknya. 
Hal tersebut berlangsung terus menerus mulai dari pendidikan dasar (Sekolah Dasar) hingga pendidikan tinggi. Sehingga diakhir setiap jenjang pendidikan, siswa, orang tua dan guru sangat mengidamkan nilai ujian nasional (UN) tinggi. Begitupun di pendidikan tinggi, mahasiswa akan merasa sangat puas lulus dengan IPK selangit. Namun, apakah nilai selangit itu mampu mencerminkan kemampuan lulusan yang sebenarnya ? Jika iya, lantas mengapa masih banyak pengangguran di Indonesia.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat penganguran terbuka pada Februari 2016 mencapai 7,02 juta orang. Sedangkan berdasarkan taraf pendidikannya, tingkat pendidikan tertinggi justru disumbang oleh lulusan dari Sekolah Mengengah Kejuruan (SMK) yang mencapai 9,84 persen.(Sumber Tempo). Miris memang. Namun demikianlah adanya. Pendidikan Kejuruan yang diselenggarakan untuk menyiapkan lulusan siap kerja, justru malah menyumbangkan jumlah pengangguran terbanyak.
Namun, hal tersebut lebih baik dijadikan sebagai cermin dari hasil pengajaran yang berlangsung di dalam kelas. Guru harus terus mengevaluasi pengajaran yang telah dilakukan. Apakah selama ini lebih banyak mengajarkan tentang teori, sehingga siswa hanya sekedar tau (learning to know). Atau lebih banyak mengajarkan praktik, sehingga siswa lebih terampil dalam bekerja (learning to do). Lulusan SMK seharusnya lebih dipersiapkan untuk menguasai kompetensi sesuai dengan program keahlian yang ditekuni, dibandingkan hanya memusingkan perolehan nilai Ujian Nasional (UN) yang selangit, namun kurang bermakna karena hanya didasarkan pada hapalan teori dasar yang dangkal.

Wallahu A'lam Bishawab


Selasa, 16 Agustus 2016

Tips Menumbuhkan Minat Membaca dengan Cara Menyenangkan

Kasmaran Membaca



Membaca. Mengapa aktifitas yang satu ini menjadi langka dilakukan oleh bangsa kita. Terutama sekali oleh kaum pelajar. Jika akhir-akhir ini pemerintah menggalakkan gerakan gemar membaca bagi siswa. Bagaimana supaya gerakan gemar membaca bisa berhasil :
  1. Keteladanan. Keinginan anak untuk membaca dapat dimulai dari ketertarikan mereka melihat orang-orang terdekat disekitarnya merasa menikmati kegiatan membaca. Jika anak dapat melihat orang terdekat asyik membaca, maka anak juga akan tertarik untuk ikut membaca. Sebaliknya, akan sulit meminta anak untuk membaca jika disaat yang sama orang tua lebih senang menonton televisi.
  2. Menyediakan buku di rumah. Untuk meningkatkan minat baca, tak ada salahnya orang tua menyediakan buku-buku dan bacaan lain dengan tema yang diminati anak. Misalnya komik, novel, dongeng, cerita kisah-kisah kepahlawanan, ensiklopedi bergambar dan lain-lain.
  3. Mengatur waktu. Ketertarikan anak untuk membaca akan sulit terwujud jika kondisi lingkungan tidak mendukung. Salah satunya jika televisi di rumah tersebut selalu dibiarkan menyala. Sehingga anak akan memilih menonton televisi dibandingkan dengan membaca buku.
  4. Pembiasaan sejak kecil.Membacakan buku cerita ataupun dongeng kepada anak-anak sesaat sebelum mereka tertidur merupakan langkah awal yang baik untuk memancing ketertarikan anak terhadap buku. Sehingga anak mempunyai pengalaman bahwa membaca merupakan aktifitas yang menyenangkan. 

Itulah beberapa hal yang saya terapkan untuk anak-anak saya dirumah. Saya tidak pernah menyuruh anak-anak saya untuk rajin membaca. Namun saya memberikan contoh kepada mereka bagaimana asyiknya membaca. Minimal satu bulan sekali saya membawa mereka ke toko buku. Mereka bebas memilih buku yang mereka sukai, dan saya tidak pernah memaksakan kepada mereka buku apa yang harus mereka beli. Ya memang, anak saya yang berumur 8 tahun lebih memilih membeli komik. Namun alhamdulillah saat ini telah tersedia komik yang isinya berbobot. Seperti komik-komik cerita islami. Kocak namun menuntun kepada perbuatan baik. Sedangkan anak saya yang berumur 14 tahun lebih memilih novel. Tidak mengapa memang, yang penting anak-anak saya sudah memiliki kebiasaan membaca.
Disamping itu, saya juga sengaja membeli buku yang berisi pengetahuan, seperti ensiklopedi dunia, happy science dan lain-lain tanpa mereka minta. Tujuan saya yaitu mereka pasti akan membaca buku yang saya beli tersebut jika buku itu tersedia dirumah. Dan ternyata benar, anak saya senang dengan buku pilihan saya tersebut. Jadi secara otomatis mereka telah belajar pengetahuan umum yang mereka perlukan di bangku sekolah ataupun di dalam kehidupan mereka di masyakat tanpa adanya paksaan. Serta dengan cara yang menyenangkan tentunya.
Hingga sekarang, anak-anak tidak pernah merasa terpaksa untuk membaca buku. setiap ada kesempatan, mereka membaca buku. Terutama saat menjelang tidur, pasti mereka membaca buku sebagai pengantar tidur. Jadi saat pemerintah menginstruksikan anak-anak di Sekolah Dasar untuk membaca buku selama 15 menit di pagi hari, hal itu sama sekali bukan hal yang sulit untuk dilakukan bagi anak-anak saya.

Semoga Bermanfaat.

Wallahu A'lam Bishawab

Ada Apa dengan MOS 2016

Ada Apa dengan MOS 2016

Bertahun-tahun lamanya MOS berlangsung tak ubahnya lahan perpeloncoan. Namun mulai tahun ini pemerintah telah menetapkan peraturan baru terkait dengan penyelenggaraan MOS di sekolah. Lantas apa yang membuat MOS tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya ?


Masa Orientasi Siswa (MOS) telah menjadi program wajib yang diselenggarakan di sekolah untuk menyambut siswa baru. MOS tersebut diselenggarakan dengan tujuan awal untuk lebih mengenalkan lingkungan sekolah, peraturan, tata tertib, kebiasaan, budaya dan lain sebagainya kepada siswa baru. Namun pada implementasinya, MOS tersebut tak ubahnya lahan perpeloncoan. Hal ini disebabkan karena aktifitas-aktifitas yang berlangsung dalam kegiatan tersebut lebih mengarah kepada penyiksaan, pelecehan ataupun penghinaan.
Tentu sebagian kita masih ingat dengan kejadian yang menimpa Evan Chistoper Situmorang (12), yang tahun lalu mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS) di SMP Flora Pondok Ungu Permai, Bekasi.  Evan akhirnya meninggal setelah selama seminggu mengalami sakit di kedua kakinya. Penyebab meninggalnya Evan diberitakan karena terlalu lelah dan mengalami cidera setelah berjalan sejauh 4 kilometer pada kegiatan MOS (TribunKaltim,1 Agustus 2015).
Peristiwa yang menimpa Evan tersebut memang hanya salah satu contoh akibat kekerasan yang terjadi pada pelaksanaan MOS. Namun, tentu saja hal tersebut menjadikan orang tua yang pada tahun ini putra/putrinya akan memasuki sekolah baru dan mengikuti MOS merasa  kharatir. Kekhawatiran tersebut ditangkap oleh pemerintah dan ditindaklanjuti dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru. Sehingga diharapkan dengan dikeluarkannya Permendikbud tersebut orang tua tidak perlu merasakan khawatir jika putra/putri mereka mengikuti MOS. Hal ini disebabkan karena melalui Permendikbud tersebut telah diatur hal-hal apa saja yang boleh dilakukan selama kegiatan MOS berlangsung dan hal yang tidak boleh dilakukan.
Kegiatan yang dilakukan selama MOS harus ditekankan pada  pengenalan program-program sekolah, sarana dan prasana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri siswa, dan pembinaan awal kultur sekolah. Kegiatan tersebut terdiri dari kegiatan wajib dan kegiatan pilihan. Kegiatan wajib antara lain meliputi a) pengisisan formulir siswa baru oleh orang tua/wali, b) pengenalan warga sekolah, c) pengenalan etika komunikasi, d) pembiasaan 5 S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun), e) penanaman akhlak dan karakter. Sedangkan kegiatan pilihan antara lain meliputi a) diskusi konseling, b) mengajak siswa berkeliling area sekolah, c) mendatangkan narasumber dari berbagai profesi, d) kegiatan atraksi masing-masing kelas, e) beribadah bersama, dan lain sebagainya.
Sedangkan hal-hal yang dilarang untuk dilakukan antara lain yaitu 1) melibatkan  kakak kelas yang memililiki kecenderungan sifat-sifat buruk atau pelaku tindak kekerasan, 2) melakukan kegiatan yang bersifat perpeloncoan atau tindak kekerasan, 3) memberikan tugas  yang tidak relevan dengan pembelajaran seperti membawa produk dengan merk tertentu, menghitung sesuatu yang tidak bermanfaat (seperti menghitung nasi, gula), 4) menugaskan untuk menggunakan atribut seperti tas karung, kaos kaki berwarna-warni, aksesories di kepala yang tidak wajar, papan nama yang berbentuk rumit dan menyulitkan.
Selain itu, sebelum pelaksaan MOS berlangsung sekolah wajib memberikan informasi terkait dengan program kegiatan MOS yang akan diselenggarakan di sekolah. Sedangkan orang tua wajib mengisi formulir pengenalan lingkungan sekolah yang berisi profil siswa, riwayat kesehatan, potensi dan bakat, serta profil orang tua/wali. Demikian serius pemerintah menangani kegiatan MOS ini, sehingga apabila siswa, orang tua/wali dan masyarakat menemukan adanya pelanggaran selama MOS berlangsung dapat melapor kepada Dinas Pendidikan setempat atau langsung ke Kementrian melalui laman http://sekolahaman.kemdikbud.go.id atau melalui SMS ke 0811976929.

Senin, 15 Agustus 2016

Quote

 "Israelmore Aviyor"

Our critic make us strong. 
Our fears make us bold. 
Our haters make us wise. 
Our foes make us active. 
Our obstacle make us passionate.
Our losses make us wealhty. 
Our disappointment make us appointed. 
Our unseen treasures give us a known peace. 

Whatever is designed against us will work to us. 


"Pintar itu bukan hanya untuk berpikir saja, melainkan juga untuk menjalankan apa yang dipikirkan, melakukan hubungan kekiri dan kekanan, mengambil dan memberi, menulis dan berbicara. Otak, tangan, kaki, dan mulut sama-sama disekolahkan, dan sama-sama harus bekerja"

Renald Kasali dalam bukunya "Self Driving"

Tips Menulis Resensi Buku


Tips Menulis Resensi Buku 


Buku-buku yang dapat dijadikan bahan resensi yaitu antara lain :
  1. Buku aktual
  2. Buku bestseller
  3. Buku kontroversi
  4. Buku pemikiran baru
  5. Buku para pesohor

Hal-hal yang perlu dilakukan saat membuat resensi buku yaitu :
  1. Membaca seluruh bagian buku dengan jeli, supaya menemukan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki buku (seperti kesalahan tulis, kutipan yang kurang jelas, dan bahkan data yang kurang mendukung).
  2. Membaca dengan kritis dan cermat.
  3. Membaca hingga menemukan ruh, point penting dan intisari buku.
  4. Menemukan pokok pikiran.
  5. Melakukan riset di internet terkait dengan tema.
  6. Mencari lebih jauh referensi dan buku-buku yang bertema sama.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan saat membuat resensi buku yaitu :
  1. Membuat peta konsep (mindmap).
  2. Membaca buku hingga selesai.
  3. Riset di internet dan buku-buku lain.
  4. Menulis. Yang harus diperhatikan antara lain yaitu : ide harus mengerucut, kalimat antar paragraf harus saling terkait.
  5. Membuat judul yang memikat. Ketentuan : tidak boleh lebih dari 5 kata, menggunakan bahasa yang tidak baku, tidak populer, bahasa gaul, tetapi ilmiah populer.
  6. Mencantumkan data buku, yaitu : judul buku, penulis (pengarang jika novel), editor, penerbit, cetakan buku, tebal buku, ISBN, harga buku.
  7. Membuat prolog yang mengesankan dan kuat.
Isi dari prolog antara lain dapat berisikan tentang :
  1. Mengupas rekam jejak penulis, termasuk pengalaman menulis, buku-buku yang telah terbit, prestasi yang telah diraih, biodata singkat, dll.
  2. Mengungkap  sekilas pemikiran penulis.
  3. Mengaitkan dengan pendapat penulis lain.
  4. Mengutip dari ayat-ayat, hadist, ataupun kutipan dari buku itu sendiri atau buku lain.
  5. Mengutarakan pujian kepada tokoh yang diangkat dalam buku.

s